Friday, September 1, 2023

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.1

Jurnal Refleksi dwi mingguan ini dibuat untuk melengkapi salah satu tugas calon guru penggerak. Sebagai calon guru penggerak saya akan merefleksikan seluruh rangkaian kegiatan selama mempelajari modul 1.1. yaitu tentang Filosofis pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang Pendidikan. Dalam mengerjakan tugas ini saya menggunakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. Dibawah ini adalah hasil refleksi yang telah saya lakukan :
Fact (Peristiwa)
Alhamdulillah, ucapan syukur kepada Allah SWT, karena atas karunia Nya saya bisa sampai di tahap Pelatihan Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 9. Tentu bukan hal yang mudah menjadi salah satu dari ribuan orang pendaftar Calon Guru Penggerak. Namun demikian kelulusan ini menjadi tantangan bagi saya untuk dapat mengikuti serta menyelesaikan seluruh proses pendidikan guru penggerak selama 6 bulan ke depan.
Setelah dinyatakan lulus, ada beberapa hal yang harus dikerjakan oleh calon guru penggerak terkait tindak lanjut dari program ini. Sebelum dimulai Pendidikan guru penggerak ini para CGP diminta untuk mengunduh dan menandatangani pakta integritas bermeterai dan harus diupload sampai batas waktu yang ditentukan. Pada hari Rabu tanggal 16 Agustus 2023, saya mengikuti pembukaan guru penggerak secara daring melalui live streaming youtube. Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 9 dibuka oleh Ibu Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Prof.Dr.Nunuk Suryani, M.Pd. Pada hari yang sama pukul 13.00WIB-16.30 WIB dilaksanakan pula orientasi pelaksanaan PGP Angkatan 9 dan pengenalan LMS oleh Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Sumatera Selatan. Penggunaan LMS dimulai dengan mengerjakan pre-test Paket Modul 1. Setelah semua CGP memahami dan mengetahui tata cara mengikuti lewat LMS, dilanjutkan dengan mempelajari modul 1.1. dengan alur M-E-R-D-E-K-A, yaitu Mulai dari diri, Eksplorasi konsep dengan fasilitator, Ruang kolaborasi (rukol) di ruang kolaborasi dan setiap CGP berkolaborasi bersama kelompoknya masing-masing dengan didampingi fasilitator yang terus memberikan arahan dan motivasi kepada kami. Alur selanjutnya adalah Demonstrasi kontekstual, dilanjutkan dengan Elaborasi pemahaman dengan instruktur pengembang modul, penyusunan tugas Koneksi antar materi dan terakhir yaitu Aksi Nyata.

Feeling

Banyak hal yang saya rasakan selama menjalani Pendidikan Guru Penggerak ini. Banyak yang saya rasakan diantaranya ada perasaan senang karena dengan mengikuti pelatihan guru penggerak banyak pengalaman yang saya dapatkan, sebaliknya di sisi lain ada perasaan khawatir dikarenakan dalam mengikuti pelatihan guru penggerak ini waktunya sangat lama , takut jika tidak bisa melakukan semua tanggung jawab yang diberikan dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan terutama terkait manajemen waktu.Selain tugas utama saya sebagai pendidik yang takut tidak bisa membagi waktu antara mengerjakan tugas mengajar dan mengerjakan tugas CGP ini, saya pun adalah seorang ibu rumah tangga yang harus mengurus suami dan anak-anak dan masih banyak lagi kekhawatiran yang kadang membuat saya cepat putus asa dan tidak semangat.Namun karena adanya dukungan dari keluarga dan rekan-rekan seperjuangan di kelompok CGP ini juga fasilitator dan pengajar praktik yang luar biasa sehingga kekhawatiran itu bisa teratasi dengan baik, meskipun terkadang seperti dikejar-kejar waktu karena ada tugas di lms yang belum saya selesaikan. Saya berusaha untuk tetap menjaga kesehatan, berdoa kepada Allah SWT semoga saya diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan tugas dan menyelesaikan semua tugas yang diberikan . Rasa panik terkadang menghantui pikiran saya jika tugas belum selesai dikerjakan sedangkan batas waktu mengunggah tugas harus sesuai deadline tanggal yang sudah ditentukan . Rasa khawatir takut meninggalkan tugas guru karena harus fokus dengan tugas-tugas CGP pun sering membuat saya merasa gelisah, tapi mengingat tugas guru untuk bisa mendidik dengan kemajuan zaman saya berusaha untuk menyelesaikan tugas tugas yang diberikan di CPG ini dengan baik. Selain rasa kekhawatiran yang saya alami , namun disisi lain saya merasakan bahagia dan senang karena bisa mengikuti pendidikan guru penggerak ini sebab untuk bisa lolos seleksi tahap 1 dan 2 itu tidak mudah. Dalam perjalanan mengikuti pelatihan guru penggerak ini saya mulai menerapkan filosofis Ki Hajar dewantara dalam pembelajaran di kelas. Pembelajaran yang berorientasi pada anak ternyata rasa kasih sayang saya terhadap murid semakin bertambah. Saya tidak lagi memandang murid yang sering bercanda, mengganggu teman-temannya, dan bermain-main di kelas sebagai anak yang nakal dan harus ditegur, karena saya menyadari bahwa kodrat anak adalah bermain. Maka muncul ide saya untuk mengemas pembelajaran yang kaku menjadi sebuah pembelajaran yang menarik agar murid bisa mengikuti proses pembelajaran dengan menyenangkan. Keinginan saya sebagai guru untuk menuntun kodrat alam dan kodrat jaman yang melekat pada murid semakin besar. Saya ingin melakukannya dengan penuh kesabaran sehingga mereka bisa mewujudkan kebahagiaan dan keselamatan yang setinggi-tingginya. 

Findings 

Dari pembelajaran ini saya menemukan hal-hal baru, yang sebelumnya kurang saya pahami sebelumnya yaitu tentang filosofis Ki Hajar Dewantara. Saya mendapat ilmu-ilmu baru yang sangat saya perlukan untuk meningkatkan kompetensi saya sebagai seorang pendidik. Melalui 6 Dasar pemikiran ki hajar Dewantara saya merasa mendapat bekal yang tidak ternilai harganya. Sebagai seorang pendidik saya harus menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat dengan mengacu pada trilogi pendidikan yaitu ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso dan tut wuri handayani. Saya menyadari bahwa anak memiliki kodrat merdeka, oleh karena itu saya harus memberikan kemerdekaan kepada anak-anak untuk menyelesaikan tugas-tugasnya sesuai dengan minat, bakat , dan kreatifitasnya agar mereka dapat mengembangkan potensi yang ada didalam dirinya. Sebagai pendidik saya harus senantiasa menghamba kepada anak atau dengan kata lain berpihak pada mereka.menjadikan mereka subyek bukan obyek. Saya juga harus memandang murid bukanlah kertas yang bisa digambar sesuai kemauan saya , karena mereka lahir dengan kodrat yang samar. Tugas kita adalah menebalkan garis-garis samar itu agar dapat memperbaiki lakunya untuk menjadi manusia seutuhnya. Menerapkan budi pekerti yang luhur merupakan keharusan yang tidak terbantahkan dengan cara mengintegrasikan setiap proses pembelajaran dengan pencapaian profil pelajar Pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri , bernalar kritis dan kreatif. Sebagai seorang pendidik diibaratkan seorang petani yang menanam jagung misalnya. Hanya dapat menuntun tumbuhnya jagung tersebut, memperbaiki kondisi tanah, memelihara tanaman jagung , memberi pupuk dan air, membasmi ulat-ulat dsb. Agar tanaman itu tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah yang berkualitas tinggi.

Future (Penerapan) Saya akan melakukan hal terbaik didalam proses pembelajaran saya dikelas, agar tujuan pendidikan bisa tercapai dengan baik. Banyak hal yang akan saya benahi yang selama ini tanpa saya sadari apa yang saya lakukan jauh dari kata sempurna jika dikaitkan dengan filosofis pemikiran Ki Hajar Dewantara . Pembelajaran yang berpusat pada guru harus segera diganti dengan pembelajaran yang berpusat pada murid, agar tercipta interaktif yang menyenangkan didalam kelas. Memberi kebebasan kepada anak-anak untuk menggali potensi yang dimilikinya harus terjadi dalam proses pembelajaran agar mereka menemukan jati dirinya sehingga menjadi manusia seutuhnya. Mengarahkan bukan lagi hal yang perlu dipertahankan tetapi kita harus merubahnya dengan menuntun peserta didik agar kodrat alam yang dimilikinya sejak lahir bisa berkembang kearah yang lebih baik dan kodrat jaman dimana mereka hidup saat ini bisa mereka dapatkan sehingga akan mempermudah murid dalam mengatasi persoalan hidupnya dimasa kini ataupun masa mendatang sehingga murid menjadi manusia yang berkarakter baik sesuai dengan kodrat alam dan kodrat jaman yang melekat pada murid. Sekian refleksi dwi mingguan saya untuk modul 1.1 ini.Salam Guru Penggerak. Semoga bermanfaat. Salam Guru Penggerak!

Guru Bergerak Indonesia Maju!


0 comments:

Post a Comment